Reporter : Fikri Faqih | Rabu, 28 September 2016

Merdeka.com - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama tidak ingin ambil pusing dengan aduan Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) DKI. Mereka mengadukan pernyataan Ahok yang mengutip surat Al Maidah.

Basuki atau akrab disapa Ahok ini mengatakan, tidak ada larangan bagi seseorang untuk mengutip ayat-ayat dalam kitab suci. Sebab kitab suci merupakan tuntunan dari agama bagi seluruh manusia.

"Semua orang boleh mengutip kitab suci. Kitab suci terbuka untuk umum," katanya di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (28/9).

Mantan Bupati Belitung Timur ini mengaku bingung dengan tudingan ACTA yang menganggapnya melecehkan agama. Dia bahkan meminta penjelasan mengenai alasan para advokat menilainya melakukan itu.

"Siapa bilang melecehkan, itu orang saja ngomong, hehe mancing-mancing ngomong saja melecehkan," terangnya.

Mengenai adanya laporan ke Bawaslu, Ahok mempersilakan mereka melakukannya. Bahkan dia menunggu tindaklanjut dari laporan ACTA tersebut. Sebab mantan politisi Gerindra ini yakin tidak melakukan pelecehan agama.

"Ya silakan saja lapor, kan dipanggilkan itu lapor. Nah sekrang apa yang melecehkan kalau kita mengucapkan kalimat firman Tuhan, orang saja juz amma (surat pendek di Alquran) hafal-hafal kok dipertandingkan, kok melecehkan," tegasnya.

Sebelumnya diberitakan, Wakil Ketua ACTA Agustiar menyampaikan rencana ACTA melakukan pelaporan ke Bawaslu. ACTA menilai pengutipan ayat Al Quran oleh Ahok adalah tindakan rasis dan penistaan agama.

"Tidak sepantasnya Pak Ahok melontarkan ucapan semacam itu, apalagi di hadapan media massa," ujar Agus.

Kutipan surat Al Maidah sendiri disampaikan Ahok pada Rabu, 30 Maret 2016. Ahok pada saat itu menyampaikan bahwa sebagian kalangan Muslim tidak ingin memilihnya kembali karena sekadar menjalankan perintah agama. Larangan kaum Muslim untuk memilih pemimpin yang bukan berasal dari golongannya tercantum pada Surat Al Maidah ayat 51.

"Surat Al Maidah sebut, 'jangan jadikan Yahudi dan Nasrani jadi pemimpinmu'," ujar Ahok.

[eko]