NUSA DUA, KOMPAS.com

Senin, 7 November 2016 | 12:06 WIB

 - Wakil Presiden RI Jusuf Kallamengatakan, masalah terorisme merupakan hal penting yang perlu dibahas serius dalam Sidang Umum Interpol ke-85.

Menurut Kalla, penanggulangan terorime merupakan tantangan global yang butuh peran serta masyarakat dunia.

"Tugas semakin berat. Saya tegaskan, terorisme tantangan besar bagi dunia," ujar Kalla saat menghadiri sidang umum Interpol di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC) di Bali, Senin (7/11/2016).

(Baca: Wapres Kalla dan Sejumlah Menteri Hadiri Sidang Interpol ke-85 di Bali)

Kalla menekankan bahwa terorisme merupakan kejahatan luar biasa. Indonesia dikenal sebagai salah satu negara yang cukup berhasil menangani kasus terorisme.

Meski begitu, belum semua kelompok radikal bisa terungkap. Oleh karena itu, butuh kerja sama internasional dalam hal berbagi data mengenai jaringan terorisme yang sudah merambah antarnegara.

"Kelompok ISIS adalah salah satu contoh Indonesia tidak imun terhadap radikalisme," kata Kalla.

Kalla berharap sidang umum Interpol tak sekadar seremonial belaka.

(Baca: Polisi Waspadai Ancaman Terorisme Hingga Konflik Antarnegara Selama Sidang Interpol)

Dengan adanya acara ini, diharapkan terjalin solusi bersama untuk mengatasi permasalahan antarnegara, salah satunya dalam kasus terorisme.

"Sebagai anggota Interpol, kita harus menitikberatkan pada reformasi intelijen," kata Kalla.