2015/08/12 08:02:28 WIB

Patgulipat Dana Rp 4,4 Triliun, Yayasan Supersemar Akan Rapatkan Vonis MA
Rivki - detikNews

0 SHARES

0
0
0
0

Halaman 1 dari 2

Patgulipat Dana Rp 4,4 Triliun, Yayasan Supersemar Akan Rapatkan Vonis MA Soeharto memberikan suara dalam Pemilu 2004

0
0
0
0

Jakarta -

Kuasa hukum Yayasan Supersemar Denny Kailimang mengaku akan mempelajari berkas putusan peninjauan kembali (PK) yang baru saja diketok Mahkamah Agung (MA). Yayasan Supersemar divonis membayar Rp 4,4 triliun terkait dana yang diselewengkannya.
"Tunggu putusannya dulu baru nanti kita rapat dengan ketua yayasan," ujar Denny saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (12/8/2015).
Denny tidak mau berandai-andai soal pembayaran dijatuhkan MA kepada kliennya. Dia akan berkomentar panjang bila sudah membaca salinan putusan secara utuh.
"Belum tahu juga kan putusannya seperti apa, prosesnya seperti apa," ucapnya.
Kasus bermula saat Presiden Soeharto mengeluarkan Peraturan Pemerintah (PP) No 15/1976 yang menentukan 50 persen dari 5 persen sisa bersih laba bank negara disetor ke Yayasan Supersemar. Bermodal PP ini, Yayasan Supersemar sejak 1976 hingga Soeharto lengser, mendapatkan uang sebesar USD 420 juta dan Rp 185 miliar.
Namun dalam perjalanannya, dana tersebut yang seharusnya untuk membiayai dana pendidikan rakyat Indonesia diselewengkan. Setelah Soeharto tumbang, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang diwakili Kejaksaan Agung (Kejagung) menggugat Yayasan Supersemar yang diketuai oleh Soeharto telah melakukan perbuatan melawan hukum.
View in Single Page



1

2