Rabu 12 Aug 2015, 08:10 WIB

Kasus Yayasan Supersemar

Keluarga Soeharto Lolos dari Bidikan Rp 14,4 T, Jaksa Tunggu Putusan MA
Dhani Irawan - detikNews

0 SHARES

0
0
0
0

Keluarga Soeharto Lolos dari Bidikan Rp 14,4 T, Jaksa Tunggu Putusan MA Foto: Istimewa/Getty Images

0
0
0
0

Jakarta - Mahkamah Agung (MA) mengabulkan permohonan Jaksa Agung atas gugatan Soeharto dan Yayasan Supersemar. MA hanya memperbaiki salah ketik di tingkat kasasi.
Artinya MA meloloskan keluarga Soeharto dari gugatan pemerintah RI. Jaksa Agung HM Prasetyo belum berkomentar banyak mengenai hal tersebut dan memilih membaca putusan tersebut secara utuh terlebih dahulu.
"Nah justru itu, lihat dulu nanti putusannya seperti apa," kata Prasetyo ketika dihubungi, Rabu (12/8/2015).
Prasetyo juga belum mau memberikan tanggapannya soal gugatan Rp 10 triliun yang tak dikabulkan MA. Dengan kurs hari ini, maka total gugatan yang dilayangkan Jaksa Agung mewakili negara Indonesia itu bernilai Rp 14,4 triliun. Sejauh ini, Kejaksaan Agung (Kejagung) baru mengapresiasi putusan itu dan segera melaksanakan eksekusi yang difasilitasi pengadilan tingkat pertama yaitu Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel).
"Saya sudah berulang kali menyatakan kita akan melihat putusannya dulu. Setelah itu baru kita bisa memberikan komentar," kata Prasetyo.
Sebelumnya, juru bicara MA hakim agung Suhadi menyatakan MA hanya memperbaiki salah ketik saja dalam putusan itu. Alhasil, hukuman Rp 4,4 triliun pun dibebankan pada Yayasan Supersemar.
"Hanya memperbaiki salah ketik saja," kata jubir MA hakim agung Suhadi.
Dalam gugatannya, jaksa menyatakan dana Yayasan Supersemar diselewengkan ke banyak pihak hingga mencapai angka Rp 4,4 triliun (dengan kurs hari ini). Yayasan Supersemar diketui oleh Soeharto sejak tahun 1974 hingga 1999. Dana yang diselewengkan yaitu:
1. Diberikan kepada PT Bank Duta USD 125 juta pada 22 September 1990.
2. Tiga hari setelahnya, PT Bank Duta juga kembali diberi dana USD 19 juta.
3. Sehari setelah itu, PT Bank Duta kembali mendapat kucuran dana USD 275 juta.
4. Diberikan kepada Sempati Air sebesar Rp 13 miliar kurun 1989 hingga 1997.
5. Diberikan kepada PT Kiani Lestari sebesar Rp 150 miliar pada 13 November 1995.
6. Diberikan kepada PT Kalhold Utama, Essam Timber dan PT Tanjung Redep Hutan Tanaman Industri sebesar Rp 12 miliar pada 1982 hingga 1993.
7. Diberikan kepada kelompok usaha Kosgoro sebesar Rp 10 miliar pada 28 Desember 1993.
Atas hal itu, Jaksa Agung lalu menggugat Soeharto, ahli waris dan Yayasan Supersemar. Di tingkat kasasi, Supersemar dinyatakan melakukan perbuatan melawan hukum dan dihukum membayar ganti rugi sebanyak 75 persen dari USD 420 juta dan Rp 185 miliar. Namun di tingkat kasasi, ada salah ketik yaitu Rp 185 miliar tertulis Rp 185 juta. Atas hal ini Jaksa lalu melakukan peninjauan kembali dan MA mengabulkan permohonan pemohon PK yaitu Negara Republik Indonesia cq Presiden Republik Indonesia terhadap termohon tergugat HM Soeharto alias Soeharto (ahli warisnya) dkk.

(dhn/asp)

-