Rabu 12 Aug 2015, 08:45 WIB

Jokowi Perpanjang Masa Kerja Hakim Pemvonis Anas Urbaningrum
Rivki - detikNews

0 SHARES

0
0
0
0

Jokowi Perpanjang Masa Kerja Hakim Pemvonis Anas Urbaningrum Ilustrasi (agung/detikcom)

0
0
0
0

Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperpanjang masa kerja hakim ad hoc tipikor pada tingkat kasasi Prof Dr Krisnha Harahap dan MS Lumme. Kedua nama tersebut belakangan dikenal publik sebagai pemvonis 14 tahun penjara Anas Urbaningrum.
Berdasarkan informasi yang dihimpun detikcom, Rabu (12/8/2015), perpanjangan usia kerja keduanya tertuang dalam Keppres No 54/P Tahun 2015 tanggal 22 Juli 2015. Jokowi memperpanjang masa kerja dua hakim ad hoc yang dilantik oleh Presiden Megawati pada 2004 itu untuk 5 tahun ke depan.
MS Lumme merupakan hakim yang tegas, tanpa kompromi dan penuh integritas. Ia puluhan tahun menjadi hakim di Pengadilan Negeri (PN) dari ujung nusantara ke ujung Indonesia lainnya dan kariernya tertingginya adalah hakim tinggi. Pada tahun 2000, MS Lumme dijagokan menjadi hakim agung tetapi terganjal aturan. Syaratnya saat itu hakim agung minimal 10 tahun bertugas di Pengadilan Tinggi (PT), tetapi MS Lumme baru 7 tahun.
Saat menjadi Wakil Ketua Pengadilan Tinggi (PT) Jakarta pada awal tahun 2000, Lumme menolak uang Rp 50 miliar yang diperuntukan untuk majelis sebuah kasus mega korupsi.
Selain Artidjo dan MS Lumme, ada nama Prof Dr Krisna Harahap. Guru besar Sekolah Tinggi Hukum Bandung ini memulai kariernya sebagai wartawan dengan posisi terakhir sebagai Pemred Koran Mandala, koran terbesar di Jawa Barat di tahun 80 hingga 90-an. Hidup di zaman Orde Baru, Krisna tidak asing dengan penjara karena melawan rezim otoriter Soeharto.
Dalam suasana gemuruh reformasi, pria kelahiran Sibolga, 11 Nopember 1941 itu lalu berbaur dengan para aktivis dan ikut memoles amandemen UUD 1945. Ia duduk menjadi anggota Komisi Konstitusi MPR.
Selain ikut mengadili kasus Anas, trio MS Lumme-Krisnha-Artidjo juga mengadili berbagai kasus besar lainnya. Salah satunya adalah mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Akil Mochtar yang menguatkan vonis sebelumnya yaitu memerintahkan Akil hidup di penjara hingga mati.

(rvk/asp)

-