Hallotangsel, 27 Juli 2016

Hallotangsel.com, Ciputat – International Center For Islam and pluralism (ICIP) bekerjasama dengan yayasan TIFA menggandeng Forum Komunikasi Ummat Beragama (FKUB) Tangerang Selatan, untuk menyuarakan kebebasan beragama sebagai bentuk penghormatan tertinggi dalam berbangsa dan bernegara.

Direktur ICIP Syafiq Hasyim mengatakan, dengan skema diskusi yang tajuk “Penguatan Kapasitas Kebebasan Beragama di Ruang Publik Tangerang Selatan” merupakan kegiatan yang ke empat kalinya yang diselenggarakan oleh ICIP dan sudah sejak tahun 2014, ICIP memiliki program  peningkatan kapasitas bersama FKUB.

“Dengan adanya acara seperti inilah justru diharapkan terbangun masyarakat yang harmonis, toleran dan juga peduli. Membangun toleransi positif tentu membutuhkan kepedulian kita terhadap orang lain, sebab harmonis dan toleran saja tidak cukup melainkan harus d dukung dengan kepedulian,” ujarnya saat diskusi di Restoran Bandar Jakarta, Alam sutera BSD Serpong, Tangerang Selatan, seperti dikutip Halloapakabar.com, jumat (29/7/2016)

Menurut Syafiq, idak hanya di Tangsel , ICIP juga akan melakukan kegiatan  pertemuan Konsultatif lain nya antara FKUB, ormas keagamaan dan Pemerintah daerah di Kota Bogor dan Bekasi.

Sedangkan Fahmi Sahirul Alim selaku manager Program mengatakan, selain Pertemuan Konsultatif. Icip juga penyelenggarakan pelatihan penanganan dan pencegahan konflik untuk anggota FKUB Tangsel, dan ormas keagamaan lainya. “Ini adalah komitmen ICIP dalam meningkatkan kerukunan Umat Beragama dan Penguatan kapasitas FKUB Khususnya di 3 Kota (Tangerang, Bekasi, Bogor) satelit DKI Jakarta,” jelasnya.

Selaku Penyelenggara ICIP dengan yayasan TIFA mengundang Beberapa  organisasi seperty ormas PDM Muhammadiyah, PC NU Tangsel, MUI Tangsel, PC. IMM Tangsel, PELITA , Kesbangpol Tangsel, dan tamu undangan dari berbagai agama. Bahkan acara diskusi itu jugs banyak dihadiri oleh sejumlah Narasumber yang diantaranya Dr. Chaider Bamualim (dosen Uin), Dr. Media Zainul Bahri ( dosen Uin Jakarta juga), Dr. Syafiq Hasyim, (Direktur ICIP).

Dan dalam kajian diskusinya, para Narasumber pun banyak menjelaskan pentingnya memahani Kebebasan Beragama tidak lain menjadi pondasi kerukunan ummat beragama.

Dosen UIN Jakarta dr. Media Zainul Bahri mengatakan, bahwa yang menjadi problem Kebebasan beragama adalah konstruksi pemahaman agama, bagaimana memahani agama tidak tidak hanya sebagai teks yang plnilainya normatif dan dognatis melainkan harus harus memiliki kemampuan memahani pesan ilahiyah secara tekstual. Seperty Beberapa kali pernyataan

“Kuffar” (Dibaca :kafir) didalamya alquran itu jgn kemudian kita generalisir, menjadi Kuffar secara keseluruhan, nah itulah pentingnya memahani ayat secara tekstual, sehingga identitas kita selaku muslim juga menjadi balance dengan substansi/esensi kita selaku muslim,” urainya. (ard/hlt)