Selasa, 21 Juni 2016, 04:31 WIB

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Cendikiawan muslim Din Syamsuddin mengingatkan Indonesia harus lulus dari ujian kemajemukan sehingga dapat berkembang menjadi bangsa yang besar.

"Mereka yang siap hidup berdampingan adalah yang lulus ujian. Yang tak lulus adalah yang saling menyerang," kata Guru Besar Universitas Islam Negeri Jakarta itu dalam buka bersama di rumah dinas Ketua DPR Ade Komarudin di Jakarta, Senin (20/6).

Mantan ketua umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah itu menyatakan kemajemukan merupakan sunatullah atau hukum Tuhan.

"Kita berada dalam latar kemajemukan bukan karena keinginan kita tapi karena kemauan Ilahi," katanya.

Ia melanjutkan di balik ketentuan Ilahi itu ada ujian. "Kemajemukan bisa membawa persatuan tetapi juga bisa membawa perpecahan," katanya.

Din menyebutkan Indonesia merupakan negara dengan penduduk mayoritas muslim. Jika posisi umat islam yang mayoritas itu terpuruk maka akan terdorong munculnya gejala radikalisme.

"Ada gejala seperti itu, tapi saya yakin kelompok arus utama bisa menyelesaikan masalah itu," kata Din.

Sementara itu Ketua DPR Ade Komarudin mengatakan hikmah yang bisa diperoleh dari ibadah puasa adalah ujian dalam kemajemukan.

"Islam mengakui pluralisme, dalam kondisi seperti ini pemimpin harus adil, tidak boleh mendiskreditkan golongan satu dengan lainnya," katanya.

Sumber : antara